Perjalanan PT Petrokopindo Cipta Selaras
PT Petrokopindo Cipta Selaras (PCS) memulai perjalanannya pada 18 April 1990 sebagai bagian dari ekosistem PT Petrokimia Gresik. Seiring berkembangnya kebutuhan industri, PCS terus memperluas kapabilitas, layanan, sarana operasional, dan jangkauan bisnis untuk menghadirkan solusi sarana logistik yang terintegrasi.
Dari awal pengembangan bisnis bengkel dan layanan pendukung operasional, PCS kemudian berkembang ke berbagai bidang seperti angkutan, persewaan alat berat, pergudangan dan Mobile Bagging Unit (MBU), perdagangan, proyek, hingga layanan logistik lainnya.

Milestone PCS
Tonggak pencapaian atau titik penting dalam perjalanan bisnis yang menandai kemajuan signifikan menuju tujuan besar
1990 — Awal Perjalanan PCS
PCS memulai perjalanan pada April 1990. Pada awalnya, kegiatan usaha berfokus pada layanan perbengkelan untuk mendukung kebutuhan kendaraan dan alat operasional.
1993–1995 — Penguatan Bisnis Perbengkelan
PCS memperkuat bisnis bengkel dengan modal dasar Rp200 juta. Periode ini menjadi fondasi berkembangnya layanan Auto Service PCS.
1995–1997 — Memasuki Bisnis Angkutan
PCS mulai mengembangkan bisnis angkutan dalam dan melakukan investasi kendaraan serta peralatan pendukung bengkel.
1997–2002 — Pengembangan Fasilitas Bengkel
Layanan perbengkelan terus dikembangkan melalui inovasi fasilitas, termasuk pembangunan ruang cat oven kendaraan.
2002–2005 — Ekspansi Armada dan MBU
PCS memperluas bisnis ke angkutan luar kota melalui investasi armada truk tronton. Pada periode yang sama, PCS mulai mengembangkan persewaan forklift dan merintis bisnis pengantongan/ Mobile Bagging Unit (MBU) di Gresik.
2005–2007 — Penguatan Angkutan Industri
Bisnis angkutan dalam dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pengangkutan bahan baku penolong industri, seperti kapur dan clay.
2007–2010 — Diversifikasi dan Pengembangan Infrastruktur
PCS mulai mengembangkan bisnis pupuk Petroganik, pergudangan, dan jasa transportasi, sekaligus membangun fondasi pengembangan usaha melalui entitas anak perusahaan dan pengadaan lahan di Roomo, Gresik.
2010–2014 — Penguatan Sistem dan Ekspansi Wilayah
PCS meningkatkan pengelolaan bahan baku penolong, melakukan pembenahan sistem manajemen, serta memperluas bisnis angkutan dan pergudangan ke luar Gresik, termasuk Lampung.
2014–2018 — Penguatan Bisnis Logistik
PCS melanjutkan pengembangan armada angkutan, alat berat, dan layanan pendukung industri sebagai bagian dari perluasan solusi logistik.
2018–2021 — Digitalisasi dan Transformasi
PCS mulai memperkuat digitalisasi melalui ERP dan memperkenalkan positioning “Solusi Sarana Logistik” sebagai bagian dari transformasi perusahaan.
2021 — Pengembangan Layanan Spesialis
PCS mengembangkan usaha entitas anak perusahaan serta mulai merintis bisnis angkutan limbah B3 untuk memenuhi kebutuhan layanan logistik yang lebih spesifik.
2021–2022 — Penguatan Command Center
PCS mengembangkan Command Center sebagai bagian dari penguatan monitoring dan pengelolaan operasional perusahaan.
2023–2025 — Perluasan Pasar Industri
PCS meningkatkan kontribusi bisnis di luar ekosistem Petrokimia Gresik melalui pengembangan kerja sama dengan perusahaan industri, termasuk PT Freeport Indonesia dan PT Smelting.
2026 — Menuju Solusi Sarana Logistik Terintegrasi
PCS terus mengembangkan enam bisnis inti: persewaan alat berat, angkutan truk, pergudangan & MBU, proyek & angkutan limbah B3, perdagangan umum barang & jasa, serta perbengkelan otomotif.
Terus Bertumbuh, Terus Melayani
Perjalanan lebih dari tiga dekade menjadi bagian penting dalam membentuk kapabilitas PT Petrokopindo Cipta Selaras. Dari pengembangan layanan bengkel dan angkutan hingga menjadi penyedia berbagai solusi sarana logistik, PCS terus beradaptasi mengikuti kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri.
Dengan pengalaman, sumber daya manusia, sarana operasional, dan jaringan bisnis yang terus dikembangkan, PCS berkomitmen untuk menghadirkan layanan logistik yang profesional, andal, dan terintegrasi.
Perjalanan PCS terus berlanjut untuk memberikan solusi sarana logistik bagi kebutuhan industri di Indonesia.